Salam petualang...
Oke guys kali ini saya akan
menceritakan pengalaman saya mendaki gunung tertinggi di pulau jawa yaitu
gunung semeru. Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama
saya khoirul anam dan ke-empat sahabat seperjuangan saya yaitu abrizal, soleh,
arbi dan andri. Kami adalah putra asli Indramayu yang ingin mencari pengalaman baru dan mencari keindahan alam
sejati, maka dari itu kami memutuskan untuk mendaki gunung semeru. Kata orang
disana terdapat tempat yang sangat indah, boleh dibilang surganya gunung semeru
yaitu ranu kumbolo. Danau yang dikelilingi perbukitan inilah yang menjadi
tujuan utama kami sebelum mencapai kepuncak mahameru.
Oke guys langsung saja ini
adalah awal perjalanan kami. Pada tanggal 18 agustus 2014 tepatnya hari senin
kami berkumpul di stasiun jatibarang pukul 17:00 menunggu kereta datang pukul
17:40, yaaa lebih baik menunggu dari pada ketinggalan. Setelah kereta datang
kami langsung masuk ke gerbong kereta dan mencari tempat duduk masing-masing. Di
dalam perjalanan kami merasakan kebosanan karena tidak ada kegiatan yang
menyenangkan lupa tidak membawa kartu, dan akhirnya kami tidur sambil menikmati
musik yang dimainkan lewat handset. Setelah lebih dari 12 jam perjalanan
akhirnya kami sampai di Malang pukul 07:30 badan kami terasa sedikit sakit
karena duduk terus dari kemarin sore. Setelah sampai di Malang kami menunggu
orang yang mengantarkan tenda yang kami sewa yang jauh-jauh hari sudah kami
pesan, maklum kami tidak mempunyai tenda pribadi. Setelah orang itu datang kami
langsung mencari angkutan umum untuk sampai ke Tumpang (basecamp para pendaki
gunung semeru). Diperjalanan kami istirahat untuk sarapan dulu karena dari tadi
malam kami belum makan. Setelah sampai di daerah Tumpang kami harus mengisi
formulir keberangkatan, di daerah Tumpang kita bisa membeli kebutuhan lain yang
sekiranya kurang karena di daerah tersebut dekat dengan pasar. Kami masih harus
menaiki angkutan umum lagi untuk sampai ke rest area dimana kami harus menaiki
mobil jip untuk sampai ke desa Ranupani desa yang menjadi pos awal menuju ke
gunung semeru.
Sampai di desa ranupani
kira-kira pukul 12:30 dan kami langsung menuju pos pendaftaran dan mengurus
administrasi. Setelah semuanya beres kami langsung melakukan pendakian.
Disepanjang perjalanan kami
banyak bertemu dengan pendaki lain yang sama-sama naik dan ada juga yang turun
karena bulan agustus pasti banyak pendaki yang merayakan hari kemerdekaan di
puncak gunung semeru.
Dalam perjalanan hari mulai
gelap dan akhirnya kami sampai di tempat yang sangat kami tunggu-tunggu yaitu
ranu kumbolo. dari atas bukit kami tidak sabar untuk segera sampai dan kami
percepat langkah kaki ini karena matahari mulai menutup sinarnya. Setelah
sampai sampai kami langsung mendirikan tenda tepat di tengah-tengah tenda para
pendaki yang lainnya, dan sebagian teman saya ada yang mengambil air di danau
tepat didepan tenda kami untuk keperluan nanti malam entah itu untuk memasak
mie instan atau membuat kopi ataupun keperluan lainnya. Hari semakin gelap kami
mulai memasang lentera didepan tenda begitupun tenda yang lainnya juga bagaikan
di tengah-tengah pasar malam yang ramai tak seperti didalam hutan ataupun
ditengah pegunungan kami sangat menikmati malam itu seakan tak mau ketinggalan
malam yang sangat indah karena dibawah langit yang cerah disinari oleh
bintang-bintang yang sangat indah serta dikelilingi pegunungan yang seakan
melindungu kami dari ganasnya malam dan ditemani air ranu kumbolo yang begitu
tenang serta kabut malam yang menyelimuti dinginnya pada malam itu, tak lupa
pula secangkir kopi hangat yang menjadi sahabat kami yang tidak boleh
dilupakan. waktu menunjukkan pukul 21:00 sebelum tidur kami makan bersama
didepan tenda. Setelah beres makan kami semua tidur mengingat besok pagi
perjalanan kami masih panjang untuk sampai di puncak mahameru.
Keesokan harinya kami sangat
beruntung karena cuaca sangat cerah dan kami bisa menikmati sunrise di ranu
kumbolo, matahari yang muncul dari sela-sela perbukitan yang tepat lurus
didepan tenda kami. Seakan disambut langsung oleh keindahan ranu kumbolo pada
saat itu. Setelah menikmati sinar mentari pagi yang hangat kami sarapan untuk
mengisi tenaga, bekal untuk perjalanan selanjutnya. Sarapan pun selesai kami
bergegas membereskan tenda dan mengambil air untuk persediaan diperjalanan.
Waktu menunjukkan pukul 11:00 kami bergegas meninggalkan ranu kumbolo dan
tantangan pertama pada pagi itu adalah melewati tanjakan cinta yang menjulang
tinggi dibelakang tenda kami yang sebelumnya kami pasang. Tanpa pikir panjang
kami langsung berjalan melewatinya tanpa menengok kebelakang karena mitosnya
jika kita melewati tanjakan cinta tidak boleh menengok kebelakang, dan akhirnya
setelah susah payah kami berjalan kami sampai diatas tanjakan cinta dan
istirahat dulu sebentar sambil menikmati pemandangan ranu kumbolo dari atas
tanjakan cinta. Setelah itu tantangan kedua pun muncul kami harus menuruni
bukit yang terjal setelah tanjakan cinta tadi. Setelah itu kami berjalan
menyusuri tanah yang lapang yang di tumbuhi semak-semak dan disebelah kiri
berjejer perbuitan boleh dibilang seperti bukit teletabis. Setelah itu kami
beristirahat sebentar di cemoro kandang. Setelah itu kami lanjutkan perjalanan
menuju kalimati, perjalanan menuju kalimati ini boleh dibilang sangat menguras
tenaga karena medan perjalanan yang lumayan panjang.
Pada pukul 15:00 kami sampai
dikalimati dan disana kami disambut oleh banyak pohon edelweis yang tumbuh
mekar dan sangat indah. Lalu kami langsung menndirikan tenda tepat di depan
puncak mahameru yang menjulang tinggi itu tampak terlihat sangat jelas.
Mengingat kebutuhan air kami yang mulai menipis setelah perjalan dari ranu
kumbolo menuju kalimati ini sangat panjang lalu saya dan arbi mengambil air dan
abrizal, soleh serta andri yang memasang tenda. Proses pengambilan air
dikalimati tak semudah mengambil air di ranu kumbolo, membutuhkan waktu
setidaknya kurang lebih 20 menit untuk sampai kesumber mata air serta harus
menyusurilembah dan tebing yang menjulang tinggi disamping perjalanan saya. Setelah
tenda sudah terpasang dan air sudah ada kami sedikit mulai beristirahat dan
memasak untuk makan dan minum.
Hari mulai gelap dan kami
mempersiapkan barang-barang yang harus dibawa nanti untuk kepuncak mahameru,
karena tidak mungkin membawa carrier kami membawa peralatan yang setidaknya
mudah untuk dibawa. Waktu menunjukkan pukul 23:00 dan pada malam itu suhu
semakin dingin, kami bersiap untuk berangkat dan sebelumnya kami berkumpul
didepan tenda dan berdoa bersama untuk keselamatan kami semua. Kami berlima
berangkat dan diikuti oleh dua pendaki dari jakarta yang kebetulan tenda kami
berdampingan. Semakin lama kami berjalan keringat dinginpun mulai bercucuran
tak terasa oleh dinginnya malam dan kami terus berjalan hingga kami sampai pada
zoan yang mulai tak ditumbuhi oleh tumbuhan hanya hamparan pasir dan kerikil
yang ada dihadapan kami yang semakin menanjak. Andri dan soleh sudah duluan
jauh berjalan keatas diikuti oleh pendaki dari jakarta sedangkan saya, abrizal
dan arbi masih tertinggal jauh oleh mereka dan berlomba-lomba mencapai puncak
bersama pendaki lain yang datang dari berbagai daerah. Sudah lebih dari
setengah perjalanan kami masih berjuang untuk mencapai puncak dan sampai pada
suatu saat abrizal memangil saya “nam masih kuat ga ?” kata dia, lalu saya
jawab “masih”. Lalu dia berkata “saya ga kuat nam ngantuk” kata dia sambil
ngajak untuk turun lagi. Lalu saya berpikir mengingat kondisi saya juga semakin
kedinginan, lalu saya putuskan untuk kembali turun lagi bersama abrizal,
sedangkan arbi melanjutkan pendakian. Ditengah perjalanan turun kami merasakan
kehausan, karena air yang kami bawa dipegang oleh soleh dan andri yang sudah
duluan keatas. Lalu kami meminta air ke pendaki lain “punten A masih ada
persediaan air ga, boleh bagi sedikit ga? Soalnya air kami dibawa teman kami
yang sudah duluan keatas”. Lalu kami beri air sebotol aqua dan mereka bertanya
“kenapa turun lagi A?” lalu kata abrizal “kondisi kami tidak memungkinkan untuk
melanjutkan keatas”. Lalu mereka berkata “boleh kami ikut turun dan menginap
ditenda kalian? Soalnya tenda kami di ranu kumbolo”. “tentu saja boleh” kata kami. Kemudian kami
turun bersama berempat saya dan abrizal serta dua pendaki dari depok. Setelah
sampai tenda kira-kira pukul 04:00 kami langsung tidur.
Suhu semakin panas didalam
tenda dan ternyata hari sudah cerah lalu dua pendaki dari depok tadi langsung
pamit ke ranu kumbolo. waktu menunjukkan pukul 10:00 kelihatan andri dari jauh
datang dan tak berapa lama kemudian soleh dan arbi juga datang, mereka bertiga
langsung masuk tenda dan istirahat tidur, lalu saya dan abrizal memasak sarapan
dan mengambilkan air untuk persediaan kembali ke ranu kumbolo. setelah mereka
bangun kami langsung makan bersama disamping tenda yang sudah saya siapkan
dengan abrizal. Setelah makan selesai kami langsung membereskan tenda untuk kembali
ke ranu kumbolo. mengingat persediaan air yang masih banyak dan berta untuk
dibawa kembali turun kami berikan kepada pendaki lain yang baru datang ke
kalimati, dan kami langsung berjalan kembali ke ranu kumbolo.
Belum sampai ranu kumbolo
baru sampai tanjakan cinta hari sudah mulai gelap dan dari kejauhan tenda yang
disinari oleh lampu-lampu sudah terlihat dari atas tanjakan cinta, lalu kami
segera merapat di tengah-tengah tenda yang lain dan langsung mendirikan tenda
yang tidak jauh dari air danau. Setelah tenda terpasang kami langsung makan dan
tidur karena perjalanan tadi sangat melelahkan. Keesokan harinya cuaca tidak
seperti saat kami pertama sampai di ranu kumbolo, pada saat itu diluar tenda
semuanya tertutup oleh kabut bahkan air di ranu kumbolo yang tepat di depan
tenda kami teidak terlihat, dan alhasil kami tidak menjumpai sunrise untuk
kedua kalinya di ranu kumbolo. kabut mulai hilang sekitar jam 09:00 kemudian
kami sarapan dan setelah itu membereskan tenda dan berkemas sebelum
meninggalkan ranu kumbolo. sekitar pukul 11:00 kami meniggalkan ranu kumbolo
dan sampai di ranu pani sekitar pukul 16:00 karena perjalanan turun kami boleh
dibilang santai dan tidak terburu-buru. Setelah sampai di ranu pani kami
menikmati es cendol dulu dan rasanya itu brooo segeeeerrrr banget maklum selama
3 hari tidak minum yang seger-seger, dan sebelum meninggalkan ranu pani kami
semua membeli oleh-oleh untuk orang dirumah. Waktu sudah mulai sore sekiitar
pukul 17:00 dan kami tidak mendapatkan mobil jip untuk kembali ke tumpang
begitupun para pendaki yang lainnya, dan akhirnya kami semua menaiki mobil pik
up dari pada tidak ada kendaraan lain. Dan sampai tumpang sekitar pukul 21:00
lalu kami melanjutkan perjalanan ke kota sedangkan yang lain beristirahat di
basecamp. Sampai di stasiun kami mencari penginapan yang murah mengingat uang
saku kami tinggal sedikit untuk ongkos pulang ke Indramayu. Lalu kami bertanya
dimana penginapan yang murah didaerah sini kepada seseorang yang sedang
menunggu mobilnya beres dicuci. Dan selain kami diberitahu tempatnya kami pun
diberi uang oleh orang tersebut, “yaa walaupun tidak besar setidaknya bisa
membantu adik-adik” kata orang tersebut, mungkin melihat keadaan kami yang
turun dari gunung semeru orang tersebut merasa kasihan. Lalu kami menginap
dihotel yang tidak jauh dari stasiun. Dan keesokan harinya sebelum kami sekitar
jam 11:00 kami meninggalkan hotel tersebut. Dan karena kami tidak mendapatkan
tiket kereta untuk pulang ke Indramayu
akhirnya kami naik bus.
Sekian perjalanan semeru dari
saya



Komentar
Posting Komentar