“ahli surga
tidak akan menyesali apapun (segala sesuatu didunia) kecuali waktu yang mereka
tanpa dzikir kepada Allah di dalamnya”. (Al-Hadits)
Berbahagialah anda yang sebelumnya
selalu menyibukkan diri dengan berdzikir kepada Allah. Berbahagialah anda yang
mungkin sebelumnya selalu melantunkan kalimat-kalimat dzikir sambil duduk,
sambil tidur-tiduran, sambil berjalan atau nonton TV atau sedang beraktifitas.
Percaya dan yakinlah bahwa Allah tidak pernah melupakan anda yang selalu
mengingat-Nya.
Anda yang
selalu membasahi mulut dengan dzikir, dan anda yang selalu mengisi pikiran
untuk mengingat kepada Allah maka anda adalah termasuk ahli surga. Ada sebuah
jaminan bahwa kelak anda merasakan keindahan surga sebab anda selalu mengisi
waktu-waktu luang untuk berdzikir dari pada melakukan hal-hal yang tidak
berguna.
Ketahuilah
bahwa meski dzikir bukan sebagai amaliyah wajib, jangan sekali-kali menganggap
remeh terhadap dzikir ini. Sungguh, Allah secara khusus telah menyiapkan banyak
pahala bagi semua hamba-Nya yang mau mengingat-Nya dan mau khusyu’ berdzikir
menghadap-Nya. Tapi begitupun Allah menyadari bahwa dzikir bukanlah sebuah
amaliyah yang gampang. Tidak semua orang bisa berdzikir, meski hatinya sebatas
‘ingat’ kepada-Nya. Dzikir hanya mudah diucapkan dalam kata namun teramat susah
untuk dilakukan dalam tindakan nyata. Maka Allaah menyuruh agar kita bersabar
dalam melakukan amalan ini, sekaligus menjadi kelompok orang-orang yang selalu
berdzikir kepada-Nya.
“dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru
Tuhannya (berdzikir) pada pagi dan senja hari dengan mengharap ridho-Nya, dan
jaganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan
kehidupan dunia ini dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami
lalaikan dari mengingat kami dan menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya
itu melewati batas” (QS. Al Kahfi : 28)
Dalam ayat
lain Allah juga menjelaskan agar kita tidak memusuhi para ahli dzikir apalaghi
sampai mengusirnya, sebab mereka sesungguhnya adalah hanya hamba-hamba Allah
yang mendapatkan ridho dari-Nya.
“dan
janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan sore
hari, sedang mereka mengharap keridhoan-Nya.” (QS. Al An’aam : 52)
Ketahuilah
bahwa Allah tidak main-main dalam memuliakan orang-orang ahli dzkir. Makanya
secara khusus Allah memperlakukan mereka sebagai hamba yang patut mendapatkan
kemuliaan di sisi-Nya. Ketahuilah pula bahwa Allah telah mempersiapkan berbagai
pahala bagi para ahli dzikir hingga mereka tidak perlu cemas jika tidak bisa
melakukan amalan-amalan lain yang punya nilai pahala besar.
Dalam sebuah kesempatan Nabi pernah bersabda:
“maukah kalian aku beritahu tentang sebuah amalan yang paling
baik dan paling suci di sisi Tuhanmu, dan yang paling menaikan derajatmu, dan
lebih baik bagimu dari pada menginfakkan emas dan perak,dan lebih baik bagimmu
dari pada berjuang melawan musuh, kamu membunuh musuhmu atau musuh yang
membunuhmu ? ” para sahabat menjawab, “mau, ya Rosulullah” Nabi menjawab, “dzikirullah!”.
Dalam riwayat hadits lain Nabi juga menjelaskan :
“barang siapa diantara kalian yang tidak dapat beribadah pada
malam hari karena malas, dan tidak menginfakkan hartanya karena kikir, dan
tidak (ikut) berjihad karena takut, maka perbanyaklah dzikirullah”.
Dalam salah
satu kesempatan Nabi sendiri pernah manyatakan bahwa beliau lebih menyukai ahli
dzikir dari pada ahli sedekah.
“jika ada seseorang yang memiliki uang banyak ditempatnya
lalu ia membagi-bagikannya, dan ada orang lain
yang menyibukkan diri dengan dzikirullah, maka orang yang berdzikir
kepada Allah itu adalah yang lebih utama”.
Akhirnya
siapapun bisa menyimpulkan bahwa pahala yang terdapat dalam amaliyah dzikir
begitu agung, begitu pula dengan rahasia dan keutamaan yang terdapat
didalamnya. Meski amaliyah ini terlihat ringan, namun ia menyimpan banyak
berkah. Meskipun amaliyah dzikir ini nampak sebagai amalan yang begitu mudah,
bahkan dinilai tak seberapa penting namun nyatanya Allah akan membalasnya
dengan pahala surga. Ini artinya kita bisa saja meraih surga dengan duduk
bersila sambil berdzikir kepada-Nya.
Dalam sebuah
hadits Nabi pernah bercerita tentang sebuah kejadian kelak pada hari kiamat:
“pada hari kiamat nanti akan ada penyeru yang
memanggil-manggil, “dimanakah orang-orang yang berakal ?” lalu akan ditanya,
“orang-orang yang berakal manakah yang engkau maksud?” ia berkata. “(yaitu)
orang-orang yang mengingat Allah” (berdzikir) sambil berdiri atau duduk atau
berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata),
“ya Tuhan kami, tidaklah engkau menciptakan ini semua dengan sia-sia. Maha suci
engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka”. Kemudian ditegakkan untuk
para ahli dzikir itu sebuah bendera, dan setiap kaum akan mengikuti bendera
masing-masing. Dan dikabarkan kepada ahli dzikir tersebut, “masuklah kedalam
surga untuk selama-lamanya”
Sungguh,
kita bisa saja meraih surga hanya dengan duduk bersila sambil berdzikir
kepada-Nya. Maka perbanyaklah brdzikir. Basahilah bibir dengan menyebut
nama-Nya. Anda bisa berdzikir dengan cara apa saja. Sambil duduk bersila,
sambil berbaring, sambil beraktifitas, atau sambil apa saja. Isilah waktu-waktu
luang dengan melakukan pujian kepada-Nya. Dari pada waktu itu terbuang percuma,
apalagi sampai dibuat melamun dan memikirkan hal-hal yang negatif ada baiknya
kita membangun masa depan yang lebih abadi itu dengan menyebut nama-Nya dalam
dzikir.
Komentar
Posting Komentar